![]() |
Tradisi Maulid di Sulsel |
LAPENMI.ID - Sulawesi Selatan tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan sejarahnya yang kaya, tetapi juga memiliki tradisi makan yang unik dan penuh makna. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun (makanbesar).
1. Makan Bersama dalam Tradisi Tudang Sipulung
Salah satu tradisi makan yang masih lestari di Sulawesi Selatan adalah Tudang Sipulung, yang berarti "duduk bersama". Tradisi ini dilakukan dalam berbagai acara, seperti pesta pernikahan, hajatan, dan pertemuan keluarga besar.
Dalam Tudang Sipulung, makanan disajikan secara beramai-ramai dalam satu wadah besar dan disantap bersama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.
2. Panganan Khas dalam Tradisi Makan
Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki berbagai jenis makanan khas yang selalu hadir dalam acara adat dan keseharian, di antaranya:
Songkolo: Nasi ketan yang disajikan dengan taburan kelapa parut dan sambal ikan teri.
Pallu Basa: Hidangan berbahan dasar daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan kuah rempah khas.
Coto Makassar: Sup daging dengan bumbu khas yang disajikan dengan ketupat.
Konro: Sup iga sapi dengan kuah kaya rempah yang gurih dan lezat.
3. Adab dan Etika Makan
Dalam tradisi makan di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa aturan dan etika yang dijunjung tinggi, seperti:
Mengutamakan tamu dan orang tua untuk mengambil makanan terlebih dahulu.
Makan dengan tangan sebagai bentuk penghormatan terhadap makanan.
Tidak menyisakan makanan sebagai wujud menghargai rezeki yang diberikan.
4. Tradisi Makan dalam Acara Adat
Makanan juga menjadi bagian penting dalam berbagai acara adat, seperti Mapacci (ritual menjelang pernikahan dalam budaya Bugis-Makassar), Maulid Nabi, dan acara syukuran panen. Dalam acara ini, makanan khas seperti buras, barongko, dan kapurung sering disajikan sebagai bagian dari prosesi adat.
Kesimpulan
Tradisi makan di Sulawesi Selatan bukan sekadar tentang menikmati hidangan, tetapi juga merupakan cerminan dari nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur.
Melestarikan tradisi ini berarti menjaga identitas budaya yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.
0 Komentar